Jumat, 07 Maret 2008

Tebing Spikul

Tebing Spikul Punya Cerita
Oleh: Sotar Sadewa

Tebing spikul yang beralamatkan di daerah Watulangu, Kec. Watulimo, Kab. Trenggalek RT.10/RW.03 dan untuk lebih jelasnya langsung aja menghubungi Pak Sunardi (085696418418) atau Pak Kamidi selaku kepala RT setempat.

Dan untuk rute perjalanannya dari Jogja St.Lempuyangan – St.Kertosono – St.Tulungagung – naek bis ke Durenan – Sripit – Watulagung. Atau jika tidak dari St.Tulungagung langsung menuju ke Mapala Himalaya di STAIN Tulungagung dan dari sana nanti baru melanjutkan ke Trenggalaek.

Tebing Spikul merupakan tebing dengan jenis batuan andesit. Tebing ini berada di daerah pegunungan yang dimana penduduk sekitarnya sebagian besar menambang batu yang berada di sekitar tebing. Didaerah tebing spikul sendiri banyak ditanami tanaman singkong, pisang, dan sedikit pinus. Ini adalah sekilas tentang tebing Spikul.

Tebing Spikul yang dulu dikenal dengan nama gunung Jadah lagi-lagi membuat cerita. Sebenarnya sudah banyak cerita dari tebing ini, namun kali ini kembali lagi digaungkan oleh tim panjat tebing dari Mapala Unisi...

Saya mulai mengenal panjat tebing sejak masuk di organisasi Mapala Unisi. Dari sinilah awal mula saya banyak melakukan kegiatan di alam. Banyak pelajaran yang saya dapatkan, baik dari segi teknik maupun konsep. Sebenarnya disini ada 4 divisi yaitu, Panjat Tebing, Caving, Arung jeram dan Hutan Gunung. Dari keempat divisi tersebut saya paling tertarik ama panjat tebing. Saya merasa nyaman di divisi ini. Awalnya saya mulai latihan dengan namanya bolderan. Dari sini saya mulai mengenal dengan teknik-teknik dasar panjat tebing. Kemudian saya mulai ikut Diklat Panjat Tebing, dan pada saat itu diklat dilakukan di tebing Parangdok Bantul Yogyakarta. Ini adalah sekilas tentang saya dan panjat tebing.

Dengan seiring jalannya waktu maka terbentuklah tim panjat dari angkatan saya yang berjumlah 4 orang. Untuk pemanjatan sendiri yang sering kami lakukan adalah pemanjatan artificial. Yaitu pemanjatan uantuk menambah ketinggian menggunakan alat.
Sebelum berangkat ke Tebing spikul, tidak banyak latihan yang kami lakukan. Kami hanya bermodalkan latihan-latihan terdahulu yang pernah kami lakukan. Kami hanya bermodalkan keyakinan dan semangat yang tinggi. Inilah yang membuat kami merasa yakin untuk menaklukkan tebing spikul. Berikut ini adalah derkripsi perjalanan kami.

Tim panjat yang terdiri dari 3 orang yaitu lala, ser2, dan sotar serta 2 orang official yaitu pedal dan kutil. Yang tadinya kami berencana akan berangkat hari senin (28/01/08) akhirnya ditunda pada hari selasa (29/01/08) karena adanya urusan akademik yang harus diselesaikan, tapi ini tidak menjadi masalah. Kami mulai berangkat dari posko Mapala Unisi pada pukul 21:56 WIB, setelah melakukan do’a kami langsung menuju stasiun lempuyangan dan sampai disana pukul 22:02 WIB, kami langsung naik kereta, karena kereta yang kami tuju akan segera berangkat.

Didalam kereta tidak banyak yang kami lakukan karena kereta yang kami naik lumayan penuh. Pada hari rabu (30/01/08) tepatnya pukul 01:48 WIB, kereta tiba di stasiun kertosono. Kami turun dan menuju ke loket, dan ternyata kereta selanjutnya masih lama kedatangannya sekitar jam setengah tiga. Karena masih lumayan lama, kami memanfaatkan waktu ini untuk istirahat dan makan. Tidak lama kemudian kereta yang kami tunggu datang pada pukul 03:56 dan kami langsung naik,trus kereta berangkat. Kereta yang kami naik kali ini lumayan sepi. Kereta tiba di Tulungagung pada pukul 05:00 WIB. Dan kami istirahat sejenak sambil menunggu agak terang.

Dan kami melanjutkan lagi dari stasiun menuju ke jalan raya yang biasa dilalui bis yang menuju ke arah kota Malang, karena kami akan menuju ke STAIN Tulungagung. Perjalanan dari stasiun ke halte sekitar 15 menit, kemudian kami naik bis dan menuju ke STAIN. kami tiba disana pada pukul 06:00 WIB.

Setiba disana kami menuju ke pos satpam dan menanyakan keberadaan kesekretariatan mapala STAIN yaitu Mapala Himalaya. Karena masih pagi, Himalaya masih sepi karena masih pada tidur. Tak lama kemudian keluar seorang dari Himalaya yang bernama lendu, dan kami mulai silaturahmi dan berbincang-bincang. Karena kondisi kami lumayan capek dan letih, kami dipersilahkan untuk masuk dan istirahat.

Sangking capeknya kami tudur pulas, dan bangun pada pukul 13.41WIB dan tidak lama kemudian turun hujan lumayan deras. Kami yang tadinya berencana untuk berangkat ke Trenggalek sore hari, terpaksa diundur besok pagi.

Hari kamis (31/01/08) tepatnya pukul 06:48 kami mulai belanja logistik untuk bekal kami selama pemanjatan nanti, yang direncanakan selama 6 hari pemanjatan. Dan pada pukul 08:30 WIB kami makan pagi dan packing logistik hasil belanjaan kami tadi. Pukul 09:17 kami mulai bergegas untuk berangkat ke Trenggalek. Setelah melakukan do’a kami langsung menuju ke trenggalek. Transportasi yang kami gunakan saat itu adalah mobil kampus STAIN dan kami sangat berterima kasih kepada mapala Himaya yang telah memfasilitasi kami.

Pada pukul 10:52 kami tiba di Watulimo-Trenggalek, tepatnya dirumah Pak Sunardi dengan alamat : Watuagung, Kec. Watulimo Kab. Trenggalek RT.10/RW.03. kami bersilaturahmi dan melakukan administrasi sampai pukul 11:20 WIB.

Setelah itu kami malanjutkan untuk menuju ke ground tebing spikul yang dulu namanya adalah gunung Jadah. Perjalanan dari rumah Pak Sunardi ke Ground sekitar 15 menit dengan kondisi jalan bebatuan dan agak menanjak. Setibanya disana kami istirahat sejenak, karena cukup melelahkan ditambah lagi dengan cuaca yang cukup panas (34º-37ºC). untuk air lumayan banyak dan tidak terlalu jauh dari flying camp. Kondisi ground saat itu merupakan perkebunan dengan tanaman singkong kelapa dan sedikt pinus.

Pada pukul 11:35 - 16:26 WIB kami mulai mendirikan tenda dan mencari air kemudian dilanjutkan dengan survey jalur. Kami mulai masak dan makan pada pukul 17:00 WIB dan evaluasi + briefing pada pukul 20:44 WIB. Dan setelah itu kami tidur pada pukul 22:30 WIB

Hari jumat (01/02/08) pada pukul 06:00 WIB kami sudah bangun dan mulai bersiap-siap untuk melakukan pemanjatan yaitu mulai dari masak, strieching, makan dan sebagainya sampai pukul 08:30 WIB. Selanjutnya langsung melakukan pemanjatan pertama, dan untuk pemanjatan pertama metode yang kami gunakan adalah metode Himalayan dengan pemanjatan semi artificial. Untuk hari pertama yang melakukan pemanjatan hanya dua orang yaitu sotar dan ser2. Pada pukul 09:45 WIB orang pertama sampai pitch 1 dan keduanya nyampe pitch 1 pada pukul 10:30 WIB. Untuk kondisi pitch 1 miring dan tidak terlalu lebar. Ketinggianya sekitar 45 m dan cuaca pada saat itu sangat panas sekitar 41º-44ºC. kemudian kami istirahat sebentar dan langsung melakukan pemanjatan. Pada pukul 13:58 WIB hujan turun dan pada saat itu orang partama kurang 5 m lagi sampai pitch 2, dan dikarenakan hujan turun lumayan deras akhirnya kami memutuskan untuk turun. Ketinggian pada saat itu sekitar 95 m yang sudah dicapai. Kami turun dan sampai di ground pada pukul 15:25 WIB, kemudian sampai flying camp pada pukul16:20 WIB (off).

Setelah hujan reda kami duduk diatas batu sambil berbincang-bincang dan mengamati jalur yang sudah dilalui, dan ternyata tidak sepeti yang dilihat. Dari kejauhan tebing terlihat tidak terlalu tinggi tapi tali yang kami gunakan yaitu tali 100 m hampir habis ketika akan sampai di pitch 2. Dan kami baru mencapai seperempat dari ketinggian tebing.

Pukul 20:30 WIB hujan turun lagi, kami mulai masak dan makan kemudian briefing pada pukul 21:25 WIB. Kami tidur pada pukul 22:50 WIB.

Sabtu (02/02/08) pada pukul 06:00 WIB kami sudah bangun dan mulai melakukan persiapan, ada yang masak dan menyiapkan alat untuk pemanjatan selanjutnya. Hujan semalam yang lumayan deras masih menyisakan basah ditebing, dan mau tidak mau kami menunggu sampai tebing agak kering. Untuk hari kedua ini pemanjatan dimulai agak siang dikarenakan tadi, masih menunggu tebing yang masih basah yaitu pukul 10:00 WIB. Kami mulai pemanjatan dari ground yaitu dengan metode jumaring. Kondisi saat itu sangat panas dan melelahkan. Setelah keduanya sampai pada pitch 1 kemudian lanjut lagi hingga sampai pada pitch 2.Untuk kondisi pitch 2 lumayan lebar tapi miring. Sehingga untuk tidur masih sedikit gantung posisinya. Dan untuk tempat masak hanya cukup untuk satu kompor.Kami tiba di pitch 2 pukul 11:50 dan hujan mulai turun lagi pada pukul 12:00, dan terpaksa kami berhenti di pitch 2. Pada saat kami berdua naik tadi, orang ketiga juga mulai naik dengan metode jumaring, dan kami saat itu menunggu kedatangannya. Pada pukul 16:00 WIB hujan mulai reda tapi masih rintik-rintik. Dan tidak lama kemudian orang ketiga sampai di pitch 2 pada pukul 18:00 WIB(off) dan kami bertiga flying camp di pitch 2. Pada pukul 20:20 WIB kami mulai evaluasi dan makan malam sampai pukul 22:00 dan kami istirahat.

Pada keesokan harinya yaitu hari minggu (03/02/08) pukul 06:00 WIB satu per satu dari kami mulai bangun dan kondisi saat itu tebing masih basah dan kami menunggu sampai tebing kering. Pada pukul 07:00 WIB kami mulai mempersiapkan semuanya untuk melanjutkan pemanjatan sambil menunggu tebing kering. Pada pukul 10:00 kami melanjutkan pemanjatan dan sampai di pitch 3 pada pukul 12:50WIB.dan pada saat itu juga hujan turun kemudian kami berhenti. Pada saat itu semua anggota tim mulai naik dan tepat pukul 16:00 WIB kami berempat sudah berada di pitch 3. Tidak lama kemudian kami berhenti operasi. Pada pukul 18:00 kami mulai masak, makan dan evaluasi + briefing. Dan kami istirahat pada pukul 22:00 WIB.

Senin (04/02/08) jam 05:58 kami sudah bangun dan pukul 07:00 kami sudah melakukan persiapan untuk pemanjatan. Untuk hari ini kami beruntung dikarenakan semalam hanya angin dan gerimis saja sehingga tebing tidak terlalu basah dan kami mulai pemanjatan pukul 08:00 WIB. Pada saat pertengahan perjalanan menuju pitch, tali habis dikarenakan tali yang lain masih digunakan untuk transfer barang. Tepat pukul 13:00 hujan turun lagi dan terpaksa leader turun lagi ke pitch 3. Dan kami berempat flyingcamp di pitch 3.

Keesokan harinya yaitu hari selasa (05/02/08) kami melanjutkan lagi pemanjatan dan untuk hari ini kami bangun jam jam 06:00 dan persiapan semuanya. Pemanjatan dimulai pada pukul 08:00 WIB dan sampai di pitch 4 pukul 09:05 lanjut lagi dan sampai di pitch 5 pukul 13:00. Dari pitch 5 ke top lumayan mengalami kesulitan dikarenakan kondisi jalur yang lumayan susah(over hang) dan pada pukul 15:00 leader sampai top, setelah itu baru dilanjutkan orang ketiga dan kedua. Yang melanjutkan sampai top hanya kami bertiga dikarenan kondisi flying camp di bawah tidak ada orang yang menunggu, sehingga terpaksa salah satu dari kami berempat ada yang turun dan menunggu di flying camp. Kami bertiga sampai ditop sekitar pukul 17:00 WIB dan Alhamdulillah untuk hari ini tidak turun hujan dan kami dapet beroperasi full time. Kami berhenti operasi pukul 17:00 WIB setelah semuanya sudah berada di top.

Dan diatas tidak banyak yang kami lakukan, kami hanya langsung masak, makan dan evaluasi + briefing.setelah itu kami ngobrol-ngobrol sejenak dan tidur.

Untuk hari ini yaitu hari rabu (06/02/08) kami bangun agak siang yaitu pukul 07:00 dikarenakan kondisi fisik yang sangat melelahkan. Setelah bangun kami langsung masak, makan dan melakukan persiapan untuk turun. Kami turun pukul 10:22 WIB dan sampai di di ground pada pukul 16:30. Dan untuk turun sendiri kami tidak banyak menemukan kesulitan dan juga pada saat itu juga tidak turun hujan.

Setelah itu kami langsung menuju flying camp dan kebetulan mobil jemputan kami sudah sampai. Kami langsung checklist alat dan berkemas-kemas semua barang kami. Pukul 18:02 kami langsung menuju rumah pak Sunardi dan pak Kamidi, dan kami berpamitan untuk pulang. Dari trenggalek pada saat itu pukul 19:02 WIB dan sampai di STAIN pukul 20:44 WIB. Setelah istirahat sejenak kami langsung bersih-bersih dan mandi.

Keesokan harinya yaitu hari kamis (07/02/08) kami melanjutkan perjalanan kami ke Surabaya yaitu ke Mapala Wanala yaitu di kampus UNAIR kampus B. Setalah kami berpamitan dan bedo’a kami langsung menuju ke stasiun pada pukul 16:00 WIB. Di stasiun kami menunggu kereta sangat lama, bahkan hampir 2 jam kami menunggu kereta. Dan kemudian kereta datang dan kami langsung naek dan menuju ke Surabaya.

Sekitar pukul 20:00 WIB kami sampai di Surabaya, dan dari stasiun kami langsung menuju ke kampus UNAIR dengan berjalan kaki. Ya sekitar 20 menit perjalanan dari stasiun menuju kampus UNAIR. Sesampainya disana kami bertemu rombongan tim Hutan Gunung yang mereka sudah sampai siang tadi, dan kami memang brencana untuk ketemu di UNAIR. Yah seperti biasa, kami istirahat sejenak, kemudian mencari makan dikarenakan perut kami yang sangat laper. Disana kebetulan mapala Wanala sedang ada acara yaitu diksar penerimaan anggota baru, tapi untuk berangkatnya mereka tanggal 10. Kami berencana disana sampai tanggal 8 dan balik ke jogja pada tanggal 9 yaitu hari sabtu.

Hari sabtu (09/02/08) tepatnya pukul 14:00 WIB kami setelah berpamitan langsung menuju ke stasiun Gubeng dan melanjutkan perjalanan kami ke jogja. Dan kai tiba di Jogja keesokan harinya pada pukul 05:00 WIB. Kami berangkat dari Surabaya pukul 17:00 dan sampai di jombang pukul 19:00. Disana kami Istirahat dan melanjutkannya lagi pada pukul 12:00 dan sampai di jogja keesokan paginya. Sekian dulu cerita dari tebing yang termasuk extreme di asian tenggara ini. Mudah-mudahan masih banyak lagi yang akan menelurkan cerita baru dari tebing spikul ini. Cukup sekian dan semoga bermanfaat bagi pembaca..

0 komentar:

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.