Jumat, 27 Maret 2009

Seagate Free Agent Desk ( 1 TB)





Seagate FreeAgent Desk 1TB bukan hanya sekadar Hardisk Portable. Kapasitasnya yang raksasa membuat produk ini layak disebut Data Center di atas meja.

Seagate FreeAgent Desk tersedia dalam berbagai kapasitas mulai dari 500GB (GigaByte) sampai 1.5TB (TeraByte). Kapasitas raksasa itu terbalut dalam perangkat yang memiliki desain langsing dan stylish/

Sayangnya Hardisk eksternal yang stylish ini hanya menyediakan port USB untuk koneksinya. Padahal, dengan kapasitas raksasa seperti itu, Seagate FreeAgent akan mendapatkan keunggulan kecepatan jika menggunakan port FireWire. Meski bisa dimaklumi bahwa tak semua komputer dilengkapi port FireWire.


Lebih Stylish

Kesan pertama ketika melihat produk ini adalah tampilannya yang ringkas dan bergaya.
Didominasi oleh warna silver dan warna putih di samping bodynya membuat tampang produk ini lebih 'bersih'. Tampilan luar itu membuat produk ini layak diletakkan di atas meja tanpa membuat 'mata sakit'.

Lampu indikator yang berada di depan hardisk kapasitas raksasa tersebut selain berfungsi sebagai indikasi aktifitas hardisk juga menambah kecantikan produk tersebut. Bagaimana tidak, ketika sedang dalam kondisi bekerja, lampu tersebut akan berkelip secara merata sehingga bagaikan pertunjukan lampu yang semarak di dalam ruangan yang gelap.

Peforma

Untuk menguji keandalan hardisk ini, detikINET menggunakan utility bernama HD Tune. Utility kecil ini dapat melakukan tes seberapa hebat sebuah hardisk dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari.

Hasilnya, kemampuan baca hardisk ini tampaknya dibatasi oleh satu-satunya interface yang dimilikinya yakni USB. Hasil mengujian dari HD Tune menunjukkan kemampuan baca hardisk ini berada di rata-rata 27.9MB/sec dengan mininum rate 24,6MB/sec dan Maximum 30,3MB/sec.

Sedangkan untuk access time, hardisk ini membutuhkan waktu sebanyak 13,3ms dan membebankan penggunaan CPU sebesar 32,1%. Melihat dari hasil tersebut tampaknya hardisk ini lebih cocok digunakan untuk sekedar backup file atau untuk menyimpan ratusan ribu koleksi lagu MP3.


Hasil Uji Tranfer Rate:
Minimum 24,6MB/sec
Maximum 30,3MB/sec
Average 27,9MB/sec

Access time : 13,3ms
Burst rate : 22,7MB/sec
CPU Usage : 32,1%

Kelebihan:
+ Bobotnya ringan
+ Bentuknya ringkas dan stylish
+ Transfer rate stabil

Kekurangan
- Hanya menyediakan port USB


Read more »

Rabu, 18 Maret 2009

Koneksi Lemot? Coba Ngebut dengan Opera Turbo



Pengguna internet yang merasa koneksinya lemot alias lambat boleh jadi akan menyambut gembira browser baru dari Opera Software. Bernama Opera Turbo, browser ini menjanjikan kecepatan tinggi meski koneksi 'menyedihkan'.


Opera Turbo versi ujicoba telah diumumkan Opera Software. "Dengan Opera Turbo, dapat mempercepat pengalaman penjelajahan Internet menggunakan Opera dan mengurangi pemakaian bandwidth hingga 80%," ujar Anissa Putri dari Opera Software

Agar mencapai kecepatan yang lebih baik, Opera Turbo menggunakan sistem kompresi. Mungkin pengguna Opera Mini akan akrab dengan teknologi kompresi seperti yang digunakan pada browser untuk ponsel tersebut. Namun, seperti diungkapkan Roberto Mateu dari Opera Labs, teknologi yang digunakan dalam Opera Turbo berbeda.

"Turbo menggunakan teknologi bernama 'Opera Web Optimization Proxy' yang berbeda dengan 'Opera Binary Markup Language' pada Opera Mini. Layout situs dan teks akan terlihat sama, namun resolusi gambar mungkin terlihat rendah akibat kompresi," tutur Mateu.

Dalam rangka mempercepat akses web, Opera Turbo juga tidak otomatis mengunduh konten plugin tertentu. Ajax dan Flash tetap didukung oleh Opera Turbo, namun konten plugin tertentu menurut Mateu akan terbuka setelah kotak kosong yang tampil di-klik oleh pengguna.

Anissa mengatakan, Opera Turbo dapat bekerja pada berbagai koneksi namun perbedaan mencolok akan terlihat saat digunakan pada lingkungan dengan bandwidth rendah. Selain membantu mempercepat akses, Opera Turbo juga bisa menghemat biaya akses internet yang dihitung berdasarkan kilobyte.
Read more »

Kamis, 12 Maret 2009

Awas, Ponsel Anda Sumber Penyakit!



Di era modern ini, ponsel merupakan hal yang penting bagi kehidupan. Tak membawa ponsel bisa-bisa membuat rencana Anda dalam sehari menjadi berantakan. Tapi tahukan Anda kalau ponsel bisa menjadi sumber penyakit?


Sebuah penelitian unik dilakukan oleh Universitas Ondokuz Mayis, Turki. Mereka memeriksa kebersihan ponsel milik 200 dokter dan suster di sebuah rumah sakit.

Hasil penelitian itu cukup mengejutkan. Sebanyak 35 persen ponsel mengandung dua macam bakteri, dan 11 persen dari ponsel-ponsel itu membawa 3 spesies kutu.

Yang paling berbahaya, 1 dari 8 ponsel-ponsel tadi mengandung bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Bakteri itu cukup berbahaya bagi tubuh karena menyerang daya tahan tubuh seseorang. Bayangkan apabila bakteri itu tersebar di antara pasien-pasien rumah sakit tersebut.

Dari hasil penelitian itu juga tergambar bahwa hanya 10 persen dokter dan suster yang secara rutin membersihkan ponsel mereka dan mencuci tangan sesuai peraturan yang ada.

Bagaimana dengan Anda? Apakah ponsel Anda cukup bersih?
Read more »

Interview: Louise Shepherd


Louise Shepherd - As well as authoring "A Rock Climbers Guide To Arapiles/Djurite", which is still very popular, Louise was probably the strongest female climber of the 80's, being the first woman to climb grade 25/26 with leads such as Tales Of Power (26/27) and Separate Reality (26) in the US, Lord Of The Flies (26) in the UK, and at home the first onsight ascent of Trojan (25) at Mt Arapiles. Needless to say this caused a stir among what was then a very male-dominated sport.
Read more »

Isi Ulang Baterai Ponsel Cuma 10 Detik



Massachussets - Para pakar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat membuat kreasi baterai lithium ion yang tampak mengagumkan. Sebab, baterai ini bisa diisi ulang secara penuh dalam waktu sangat singkat. Jika dipakai di ponsel misalnya, baterai ini bisa penuh lagi dayanya dalam waktu 10 sampai 20 detik.


Padahal seperti diketahui, baterai lithium ion ponsel yang ada sekarang membutuhkan hitungan jam saat isi ulang. Profesor Gerbrand Ceder selaku salah satu pembesutnya, merancang teknik baru dalam memproses material sehingga baterai istimewa ini dapat diciptakan.

Prototipe baterai yang telah diujicoba diklaim dapat diisi ulang seratus kali lipat lebih cepat dari baterai lithium ion biasa. Tim dari MIT menyatakan, penemuan ini memakai material yang saat ini sudah dipakai oleh pabrikan sehingga produksi massal mudah dilakukan.

TechRadar, baterai ini juga lebih tahan lama dibanding baterai pada umumnya meski telah berulangkali diisi ulang. Para pembuatnya pun optimistis, baterai tersebut bakal dipasarkan dalam waktu dua atau tiga tahun lagi.

Baterai tersebut nantinya diharapkan dapat diimplementasikan pada banyak perangkat termasuk laptop,iPod, kamera digital, ponsel sampai mobil hybrid.
Read more »

 
Cheap Web Hosting | Top Web Hosts | Great HTML Templates from easytemplates.com.